Masih Ingat Path? Begini Nasibnya di Jaman Now

path_talk_login

Industri media sosial bisa dibilang sangat fluktuatif. Terkadang muncul pemain baru, cepat mencuri perhatian netizen tapi juga cepat dilupakan. Sebut saja Path yang dulu sempat digandrungi di Indonesia kini keberadannya mulai ditinggalkan.

Path seolah kalah telak dengan Instagram dan sekalipun media sosial yang dianggap jadul tapi terus berkembang seperti Facebook. Sekitar tahun 2012 hingga 2014, Path menjelma menjadi media sosial terpopuler di kancah global.

Sebenarnya kini pengguna aktif Path masih banyak di Indonesia. Tetapi user Path tak lagi seaktif di masa kejayaannya.

Path memiliki keunggulan disisi jumlah teman. Pembatasan teman hanya 50 orang dinilai sebagai keunggulan media sosial yang lekat dengan warna merah ini. Kemudian pembatasan itu diperlebar menjadi 150 teman, dan terakhir malah tak ada batasan sama sekali.

Beberapa kasus terkait privasi user membuat popularitas Path turun. Kasus di antaranya fakta bahwa Path diam-diam bisa mengakses dan menyimpan kontak telepon tanpa permisi.

Setelah mengumumkan permintaan maaf, Path diketahui menyimpan data privasi user di bawah umur. Path pun kena denda FTC sebesar 800.000 dollar AS atau sekitar Rp 10 miliar.

Terakhir pengguna aktif Path hanya tersisa lima juta orang.

Posisi Path sama dengan Google+, Gab, Myspace, dan Yo sebagai media sosial yang mulai redup.

(tribunnews.com - Verlandy Donny Fermansah)
Previous
Next Post »