Cara Mengetahui Produk Pemutih Wajah yang Mengandung Merkuri


Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperingatkan konsumen untuk tidak menggunakan produk yang mengandung merkuri (atau air raksa). Di Indonesia dan negara lain, produk yang mengandung merkuri dijual sebagai pemutih kulit dan krim anti penuaan.

Dr. Charles Lee, penasehat senior FDA mengatakan, "Paparan merkuri bisa memiliki dampak kesehatan yang serius. Efeknya bisa merusak ginjal dan sistem saraf dan menghambat perkembangan otak bayi dalam kandungan dan anak-anak yang masih kecil."

"Anda tetap dapat terkena dampaknya meski tidak langsung menggunakan produk bermerkuri," ujar toksikologi (ahli racun).

Anak-anak bisa menghirup uap merkuri

Merkuri bisa masuk ke dalam tubuh (terutama anak-anak) jika uapnya terhirup — jika salah seorang penghuni rumah menggunakan krim kulit yang mengandung merkuri.

Bayi dan anak kecil bisa menelan merkuri jika mereka menyentuh orangtua mereka yang menggunakan produk-produk mengandung merkuri, krimnya tertinggal di tangan mereka dan kemudian mereka menaruh tangan ke dalam mulut.

Salah seorang petugas dari FDA memeriksa sampel dari produk pemutih kulit yang diberi label dengan tidak semestinya dan menemukan fakta kalau produk itu mengandung tingkat merkuri 130 ribu kali lebih tinggi dari yang diizinkan.

Bagaimana mengetahui Anda sudah keracunan merkuri

Tanda-tanda dan  gejala keracunan merkuri termasuk:

- perasaan yang sering berubah-ubah, gugup, cepat marah, perubahan emosional
- insomnia (gejala kelainan berupa kesulitan untuk tidur)
- sakit kepala
- sensasi aneh seperti kesemutan di tangan, kaki dan sekitar mulut.
- kedutan otot
- gemetar
- lemah otot
- pengecilan otot
- penurunan fungsi mental dan hilangnya koordinasi
- kerusakan ginjal
- kegagalan pernapasan, yang bisa menyebabkan kematian

Sayangnya, beberapa pasien terlambat mengunjungi dokter mereka. Mereka tidak tahu sudah terkena paparan merkuri. Karena itu, dokter mulai merawat mereka untuk kondisi kesehatan lain seperti penyakit Parkinson, sklerosis lateral amiotrofik (penyakit saraf yang menyerang neuron yang mengendalikan otot lurik), demensia, atau sklerosis ganda (MS), yang memiliki gejala yang sama dengan keracunan merkuri.

Bagaimana melindungi diri Anda

1. Baca semua label di produk kulit yang Anda gunakan. Jika Anda menemukan kata-kata: "klorida mercurous," "kalomel," "mercuric," "mercurio" atau "merkuri," HENTIKAN penggunaan produk tersebut.

2. Jika tidak ada label, berarti jangan gunakan produk itu. Peraturan mewajibkan semua bahan dan zat yang terkandung dalam obat dan kosmetik harus ditulis dalam label.

3. Selalu mencuci tangan Anda dengan bersih setelah menggunakan produk kecantikan apa pun.

4. Sebelum membuang produk yang mencurigakan, bungkus di dalam tas plastik atau wadah tertentu. Produk-produk tersebut bisa merembes ke tanah di tempat pembuangan sampah dan akhirnya akan masuk ke dalam sistem air kita.

5. Lakukan tes merkuri. Tingkat normal merkuri adalah kurang dari 10 mikrogram/liter di dalam darah dan kurang dari 20 mikrogram/liter di urin. Sebelum melakukan tes, pastikan  Anda tidak mengonsumi ikan 5 hari sebelum tes untuk menghindari hasil tes positif yang salah. Seafood mengandung merkuri tingkat tinggi.

Jika Anda curiga tubuh Anda sudah keracunan merkuri, segera temui ahli toksikologi atau ahli saraf.

Sumber: yahoo.com

Dapatkan Artikel IniKabarKu via Email