Tips Pemberian Vaksin Pada Anak Anjing


Vaksinasi hewan merupakan suatu tindakan pencegahan terhadap serangan infeksi atau penyakit. Vaksin dapat berupa mikroorganisme yang dimatikan atau dimodifikasi dengan teknik tertentu yang dapat menyebabkan sistem pertahanan tubuh hewan bereaksi untuk menghasilkan antibodi untuk melawan kuman penyakit. Berikut tips memberikan vaksin pada anjing:

1.    Antibodi yang dihasilkan oleh hewan melalui vaksin, kadarnya akan menurun secara perlahan sehingga untuk mempertahankan kadarnya supaya tetap tinggi diperlukan vaksinasi ulang.

2.    Para pakar kesehatan hewan menganjurkan, pada tahap pertama, anak-anak anjing harus diberikan setidaknya tiga kombinasi vaksin. Lalu, diberikan lagi pada tahap kedua, yakni pada saat anak anjing itu menginjak usia satu tahun.

3.    Pemberian vaksin kombinasi pertama dilakukan saat anak anjing berusia enam minggu, dan diulangi kembali setiap tiga minggu sampai ia mencapai usia 16 minggu. Cara ini diyakini dapat memberikan proteksi yang maksimal.

4.    Tanpa uji individual terhadap masing-masing anak anjing, akan sulit untuk menentukan tingkat kekebalan tubuh anak anjing Anda. Jadi, sebaiknya jika Anda berkonsultasi dan memeriksakan anak-anak anjing Anda pada dokter hewan.

Jadwal vaksinasi anjing :
  1. Usia 6-8 minggu : Pemeriksaan umum, Vaksinasi DP (Distemper dan Parvovirus), Pemberian obat cacing .
  2. Usia 10-12 minggu : Pemberian umum, Vaksinasi PiBr (Parainfluenza dan Bordetella)
  3. Usia 14-16 minggu : Pemeriksaan umum, Vaksinasi DHLPI (Distemper, Hepatitis, Leptospirosis dan Parvovirus)
  4. Usia 20 minggu : Pemeriksaan umum, Vaksinasi DHLPII+R (Distemper, Hepatitis, Leptospirosis, Parvovirus dan Rabies)
  5. Usia 5 bulan (khusus untuk anjing yang belum pernah divaksin): Pemeriksaan umum,  Vaksinasi DHLP +R (Distemper, Hepatitis, Leptospirosis, Parvovirus dan Rabies)
  6. Selanjutnya vaksinasi dianjurkan diulang setiap tahunnya untuk menjaga kandungan antibody tetap tinggi.
Pedoman di atas bisa berbeda pada setiap dokter hewan. Pedoman yang tepat adalah yang disesuaikan dengan kondisi setiap anjing. Untuk itu, konsultasikan pada dokter hewan Anda.

sumber : anjingmania.com

Dapatkan Artikel IniKabarKu via Email