Plagiat, Tiga Calon Guru Besar UPI Bandung Diberi Sanksi


Terbukti plagiat dalam membuat karya tulis untuk prasyarat menjadi guru besar, tiga dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) harus menerima akibatnya. Mereka diturunkan pangkatnya dalam struktur civitas akademika UPI.

Sanksi diberikan setelah senat akademik UPI menggelar rapat tertutup, Jumat (2/3/2012) siang hingga sore. Rapat digelar karena UPI menyikapi aksi plagiat itu dengan serius.

"Pimpinan UPI dan pimpinan Senat Akademik menjatuhkan sanksi kepada yang bersangkutan sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu berupa penurunan pangkat dan jabatan," ujar Ketua Senat Akademik UPI Syihabuddin dalam konferensi pers di University Center UPI.

Keputusan tersebut diberikan sebagai bentuk hukuman bagi yang bersangkutan. Selain itu, sanksi itu diharapkan membuat tiga dosen tersebut jera dan tak lagi melakukan perbuatannya.

"Semua keputusan ini akan disampaikan ke Kemendikbud melalui Dirjen Dikti sesegera mungkin," kata Syihabuddin. Namun ia ogah menyebut penurunan pangkat yang dimaksud, termasuk posisi yang bersangkutan sebelum dan sesudah disanksi.
 

Ketua Pembantu Rektor Bidang Keuangan SDM dan Usaha (KSDU) Idrus Affandi menambahkan, pemberian sanksi itu diharapkan jadi warning bagi semua pihak di UPI agar tidak melakukan hal serupa, khususnya dosen.

"Mudah-mudahan hasil ini memuaskan semua pihak. Ini demi kelangsungan bangsa dan demi memberikan efek jera kepada civitas akademika yang melakukan hal tak pantas dicontoh," tegas Idrus.

Menurutnya perguruan tinggi itu seharusnya menjunjung tinggi kejujuran dan moral. Namun apa yang dilakukan tiga dosen tersebut tidak sejalan dengan misi pendidikan yang sebenarnya.

"Kita ingin mengedepankan kejujuran dan moral. Kalau seandainya orang sudah tidak jujur, ya sudah," ucap Idrus.

Ia menambahkan, keputusan yang diambil adalah keputusan mutlak sebagai bukti keseriusan UPI dalammenyikapi kasus tersebut. "UPI sangat serius dalam menangani ini. Semua keputusan secara matang dan bulat diputuskan bersama," jelasnya.

Menurut informasi yang diperoleh, tiga dosen yang diduga melakukan tindakan plagiarisme, salah satunya adalah pejabat di rektorat UPI. Dua dosen belum diketahui karya siapa yang telah mereka jiplak. Namun karya tulis seorang dosen lainnya telah dicek Dirjen Dikti dan diduga mirip dengan karya tulis mahasiswa S2 Unpad.

Sumber: detik.com


Dapatkan Artikel IniKabarKu via Email