Menaker Wajibkan THR Dibayar H-14 Lebaran dan Upah Satu Bulan

teller bank hitung uang

Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu momentum paling ditunggu karyawan tiap tahunnya. Pasalnya, gaji ke-13 tersebut diyakini mampu memenuhi kebutuhan saat hari raya di mana tingkat konsumsi dan harga biasanya meningkat.

Terkait hal itu, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri menegaskan para pimpinan perusahaan diminta untuk mencairkan THR untuk karyawannya H-14 sebelum hari raya. "Paling lambat dua minggu sebelum hari H. Lebih cepat lebih baik. Kita imbau kepada seluruh pengusaha, industri, dan komunitas bisnis," ucap Hanif di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (27/5).

Imbauan tersebut, lanjut Hanif, akan ia perkuat melalui Peraturan menteri (Permen) yang akan dikeluarkan. "Iya tapi itu kan ada Permen-nya soal THR dua minggu, kemudian perhitungan THR seperti apa," tegasnya.

"Pembinaan. Itu kan dari pekerja. Lakukan pembinaan soal norma-norma ketenagakerjaan berjalan dengan baik, termasuk pembayaran THR disegerakan dan besarannya sesuai regulasi," jelasnya.

Menteri Hanif berharap agar para bos perusahaan menaati aturan dengan memberikan hak kepada karyawannya sesuai imbauannya. "Jangan lah ada yang tidak dibayarkan (THR). Saya belum nerima laporan," tandasnya.

Sebelumnya, aturan mengenai THR ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER.04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan. Untuk mengatur lebih lanjut, telah diterbitkan Surat Edaran (SE) Nomor SE.03/MEN/VII/2013 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dan Imbauan Mudik Lebaran Bersama, yang ditujukan kepada para gubernur dan para bupati serta wali kota di seluruh Indonesia.

Setiap perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh, wajib untuk memberikan THR keagamaan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja tiga bulan secara terus-menerus atau lebih.

Ketentuan besarnya THR berdasarkan peraturan THR keagamaan tersebut adalah, bagi pekerja/buruh yang bermasa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih, mendapat THR sebesar satu bulan upah.

Pekerja/buruh yang bermasa kerja tiga bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional, dengan menghitung jumlah bulan kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah.

Namun, bagi perusahaan yang telah mengatur pembayaran THR keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama dengan lebih baik dari ketentuan di atas (lebih dari satu bulan gaji), maka THR yang dibayarkan kepada pekerja/buruh harus dilakukan berdasarkan pada PP atau PKB tersebut.

(merdeka.com)

Penjelasan Ilmiah Suara 'Sangkakala' Misterius dari Langit

the hum suara sangkakala dari langit

Ahli geologi dari University of Oklahoma,  David Deming, pernah menulis makalah tentang fenomena yang disebut The Hum –  suara misterius dan tak terlacak yang terdengar di lokasi tertentu di seluruh dunia, oleh 2-10 persen populasi. 

Dalam Journal of Scientific Exploration, ia mengatakan, sumber The Hum bisa jadi adalah transmisi telepon atau pesawat yang dioperasikan Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S Navy) untuk kepentingan komunikasi bawah air. 

Sementara, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebut, Bumi sejatinya punya 'transmisi radio alami'. 

"Seandainya manusia punya antena, bukannya telinga, kita akan mendengar simfoni suara aneh yang berasal dari planet yang kita huni ini," demikian ujar NASA. 

Badan antariksa tersebut menyebut suara itu sebagai "tweeks," "whistlers" dan "sferics."

"Suaranya mirip latar musik dari film fiksi sains. Namun itu bukanlah fiksi ilmiah. Emisi radio ilmiah Bumi adalah nyata, meski kita tak menyadari keberadaannya, mereka sejatinya ada di sekitar kita setiap saat." 

Misalnya, petir. Halilintar bisa memproduksi emisi radio yang bunyinya mengerikan.

Gempa bumi juga bisa memproduksi suara dengan frekuensi rendah (sub-audible sounds) yang tak bisa didengar manusia secara normal. Demikian menurut  Brian W Stump, ahli gempa dari Methodist University, Dallas.

(liputan6.com)

Suara 'Sangkakala' Misterius Terdengar dari Langit

sangkakala dari langit

Suara aneh dan mengerikan datang dari langit. Berupa dengungan keras, memekakkan telinga, tak beraturan. Mirip latar film horor yang niscaya membuat merinding siapapun yang mendengarnya. Di Jerman, 4 April 2015, ia bahkan mampu membuat seorang bocah tertegun. Tak mampu bergerak saking ngerinya.


Bunyi misterius yang mirip tiupan sangkakala atau terompet itu datang di siang hari, juga tengah malam. Dari mana asalnya, belum diketahui. Video-video merekam kemunculannya di belahan dunia berbeda: Kanada, Ukraina, Amerika Serikat, Jerman, dan Belarus selama hampir 1 dekade. 

Video pertama suara mengerikan itu diunggah ke YouTube pada 2008. Merekam bunyi tak biasa itu dari langit  Homel, Belarus.

Pada tahun yang sama, seorang user tanpa nama suara memposting bunyi memekakkan telinga di sebuah pemukiman yang diyakini berada di AS. 

Kimberly Wookey dari  Terrace, British Columbia, Kanada, kali pertama merekam suara 'alien' tersebut pada Juni 2013. Kemudian, ia kerap merekam fenomena tersebut, dan yang terakhir 7 Mei 2015.

"Pada 29 Agustus 2013 pagi, sekitar pukul 07.30, aku dibangunkan oleh suara-suara mengerikan," kata dia seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (26/5/2015). 

"Aku sontak bangkit dari tempat tidur, menyadari itu adalah suara yang sama dengan yang pernah kudengar sebelumnya. Aku langsung mencari kamera dan merekamnya." 

Saat Kimberly ke ruang tamu, ia menemukan putranya yang saat itu baru berusia 7 tahun terjaga. Bocah yang takut itu bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, sebab, suara itu membangunkannya dan membuat jendela bergetar hebat.

Saat mengunggah video tersebut ke dunia maya dan mengecek laman Facebook-nya, ia mengetahui bahwa para tetangganya, bahkan di tempat yang jauh, juga mendengar hal senada. 

"Saya sama sekali tak tahu, apa gerangan suara aneh itu," kata perempuan tersebut. " Suara itu kembali terdengar 8 September pukul 06.30. Saya mendapat konfirmasi bunyi yang sama juga terdengar di kota dan sekitar danau, yang jaraknya 25 km jauhnya." 

Ada sejumlah spekulasi tentang asal muasal lengkingan misterius itu. Dari yang masuk akal hingga yang terdengar mustahil: pergeseran lempeng tektonik, tekanan atmosfer, gesekan kereta pada rel, aktivitas konstruksi, alien, senjata rahasia AS yang bisa memodifikasi cuaca dari fasilitas rahasia High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP), bahkan ada juga yang mengiranya sebagai pertanda kiamat. 

Namun, ibu 4 anak tersebut tak yakin suara tersebut berkaitan dengan fenomena yang tak ilmiah. "Saya pribadi tak yakin itu ada kaitannya dengan agama, alien, pergeseran lempeng, kereta, atau konstruksi," kata dia. "Bisa jadi itu adalah fenomena geofisika."

Kimberly pernah menghubungi perusahaan konstruksi setempat untuk mencoba dan mendapatkan jawaban. Namun, pihak konstruksi menyebut, tak ada alat mereka yang bisa menghasilkan suara sedahsyat itu. 

Sangkakala di Jerman 4 April 2015

Suara serupa terdengar di Kiev, Ukraina pada Agustus 2011. "Suara itu sangat keras, orang-orang berjarak 30-40 km dari lokasi perekaman juga mendengarnya," kata saksi mata. 

Bunyi itu juga menjadi obyek pemberitaan, yang melibatkan para ahli dan ilmuwan. Namun, tak ada jawaban. 

Hal serupa juga terekam di Montana di Amerika Serikat pada 18 Februari 2012. Aaron Traylor sampai mimpi buruk dibuatnya. 

Namun, Aaron tidak yakin, suara itu datang dari kereta api atau pesawat terbang. "Aku sudah tinggal di lingkungan ini selama hampir 4 tahun dan telah mendengar semua jenis pesawat yang datang dan pergi. Tak ada yang  bunyinya seperti itu," kata dia.

Suatu hari pada 2012 di Allen, Texas, suara misterius membuat sekelompok orang menghentikan aktivitasnya, dan mendongak ke langit. "Aneh, aku tak pernah mendengar apapun seperti itu," kata dia.


(liputan6.com)

Ibu Ini Perlakukan Anaknya seperti Seekor Anjing

Bayi diperlakukan seperti anjing

Seorang perempuan di Filipina diburu aparat keamanan setelah mengunggah foto-foto perlakuan buruknya terhadap anaknya yang masih bayi.

Dalam foto-foto yang diunggah ke media sosial Facebook itu, terlihat seorang bayi yang diikat di bagian leher, merangkak, dan menyantap makanan yang mirip makanan anjing dari sebuah mangkuk.

Foto-foto mengerikan itu diunggah ke Facebook oleh ibu bayi itu dan langsung mengundang kemarahan warga Filipina dan memicu aparat keamanan untuk memburu perempuan itu.

Dengan menggunakan data lokasi yang juga diunggah ke media sosial itu, polisi dalam waktu 24 jam sudah menemukan perempuan itu dan membawa bocah malang itu ke penampungan.

Saat ini, bocah tersebut dirawat di fasilitas milik Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD), sementara para pakar kejiwaan tengah memeriksa kondisi sang ibu.

Kepala DWSD di Provinsi Bataan, Filipina, Marilyn Tigas, mengatakan, foto-foto itu diambil saat bocah itu dan sepupunya tengah menirukan perilaku hewan.

Marilyn mengatakan, perempuan itu mengunggah foto-foto tersebut hanya untuk bercanda, tetapi tampaknya pemerintah tak memercayai pengakuan itu.

"Jika itu adalah sebuah lelucon, itu adalah lelucon yang sangat buruk. Anak itu tak paham jika ibunya sedang bercanda," kata Menteri Kesejahteraan Sosial Corazon Soliman.

"Tak seorang pun berhak memperlakukan seorang anak seperti layaknya mainan. Siapa saja melakukan hal seperti itu terancam hukuman sesuai undang-undang yang berlaku," kata Soliman.

Sejak diperiksa aparat keamanan, perempuan itu sudah menghapus akun Facebook-nya. Namun, foto-foto anaknya sudah telanjur menyebar dan mengundang kebencian banyak kalangan.

(kompas.com)

Protes Penggusuran, Massa Berusaha Jebol Pagar Rumah Ahok

pagar pantai mutiara

Sejumlah warga yang mengaku dari Pinangsia, tepatnya di Bantaran Kali Ancol, mendatangi kawasan rumah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Perumahan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (26/5/2015). Warga yang berkumpul di depan rumah Ahok itu mengaku sebagai warga yang terkena penggusuran di Kali Ancol dan berperilaku penuh kegusaran.

Saat Ahok tak kunjung keluar, warga berusaha menjebol pagar perumahan Ahok. "Tiga... Dua... Satu... Dorooong!" teriak warga berulang kali.

Hasil pengamatan di lokasi, warga tak hanya mendorong pagar, tetapi juga mengamuk dan menendang-nendang pagar dengan emosi. Mereka memaksa Ahok untuk keluar dan bertemu.

"Pegang pagar.... Hitung.... Tiga... dua... satu... Dorong!"

Saat warga mendorong pagar setinggi tiga meter itu, gembok yang mengunci pagar tersebut jebol. Pihak kepolisian dan petugas sekuriti perumahan setempat tersebut langsung berbaris dan bersiaga di depan pagar.

Saat pintu pagar hampir terbuka lebar, warga gusuran ini langsung bertepuk tangan dan mengolok-olok Ahok berkali-kali. Pihak kepolisian masih mengamankan sekitar lokasi.

Para warga sesekali mencoba mendorong kembali pagar tersebut. Aksi yang hampir anarkistis ini membuat warga pengunjung Waduk Pluit dan warga sekitar menonton aksi mereka.

(kompas.com)

Pesan Ayah Pada Anaknya di Balik STNK Ini Buat Haru Masyarakat

Pesan di STNK

Orangtua yang baik sudah pasti mengajarkan kebaikan pada anaknya. Kejujuran adalah salah satu hal penting yang mesti diajarkan orangtua pada anaknya. Mungkin hal itulah yang coba disampaikan pada foto berikut ini.

Sebuah foto STNK yang beredar di Facebook membuat heboh banyak orang. Di balik STNK, tertulis pesan yang ditujukan bagi polisi bila sang anak kena tilang. Pesan tersebut berbunyi:

“Kalau anak saya melanggar mohon diberikan surat tilang warna biru (denda bayar di bank). Mohon tuliskan denda yang harus di bayar sesuai kesalahannya. Kalau perlu motor di tahan, tahan saja. Sungguh yang menyuap dan yang disuap mendapat azab dari Allah SWT.”

Pesan tersebut ditulis sang Ayah dalam secarik kertas yang kemudian diselipkan di belakang STNK sepeda motor anaknya.

Tidak diketahui siapa yang pertama kali mengunggah foto tersebut. Namun tampak jelas bahwa sang ayah ingin anaknya serta polisi yang menilang taat pada peraturan dan hukum yang berlaku.

Foto tersebut ditanggapi dengan berbagai cara oleh masyarakat. Ada yang mempertanyakan usia sang anak yang telah diberikan motor, ada yang mencibir dan mengatakan bahwa kenyataan di lapangan polisi pasti lebih suka disuap. Namun lebih banyak lagi yang menyetujui cara sang ayah dalam mendidik si anak untuk berlaku jujur. Bagaimana menurut Anda?

(liputan6.com)

Mobil Mewah Lawan Arah Ditinggalkan Pemiliknya

mobil hummer lawan arah dan tutup jalan

Hampir setiap hari setiap sudut jalanan ibu kota diwarnai dengan kemacetan. Tak hanya di jalan besar, macet pun sampai ke jalan-jalan kecil.

Di tengah macetnya tersebut, ternyata masih banyak pengguna kendaraan pribadi yang masih mencoba melanggar peraturan. Salah satunya dengan mencoba menyalip mobil di depannya mengambil jalur berlawanan arah.

Salah satunya seperti yang dilakukan pemilik mobil mewah Hummer ini. Tak hanya melawan arah, sopir dan pemilik mobilnya tak mau mengalah, bahkan meninggalkan kendaraannya di tengah jalan.

Kelakuan yang dilakukan sopir dan pemilik Hummer bernomor polisi B 26 RSA ini diabadikan oleh pemilik kendaraan yang terhalangi keberadaan mobil tersebut. Sontak saja, peristiwa ini menuai kecaman dari para pengguna media sosial.

Tidak diketahui siapa pemilik kendaraan yang menyebarkan foto tersebut. Ketika dicoba untuk menelusurinya, banyak yang mengaku mendapatkan foto tersebut dari orang lain.

hummer koplak>

Berikut keluhan yang ditulis dari pengunggah foto itu:

"Astagfirullohalaazim, pagi-pagi semua orang juga tau kan jakarta raya macetnya luar biasa. Ini ada mobil bagus banget nyalain lampu hazard trus ambil lajur berlawanan arah. Eh dia diem buat minggir ke jalurnya lagi aja gak mau. Didiemin ada kali 5 menit tetep aja lho gak mau minggir, ajudan tuan dan nyonyanya malah turun dengan mula bete neduh di tengah jalan, pinter ya?

Semoga di timeline saya ada yang kenal, minta tolong sampein bukan berarti mobil bagus bisa seenaknya di jalan umum. Saya juga anak pejabat tau mana iringan yang perlu dikasih jalan mana yang emang dasarnya aja gak mau antre.

Shame of you bapak ibu, mobilnya udah bagus tapi gak tau aturan."

(merdeka.com)

Patung Kuda Adolf Hitler yang Hilang Akhirnya Ditemukan

Patung Kuda Adolf Hitler

Dua patung kuda dari bahan perunggu pernah menghiasi muka Istana Kanselir Jerman Adolf Hitler. Namun, karya seni bertajuk 'Walking Horses' buatan Josef Thorak (1889-1952) menghilang pada 1989, ketika Tembok Berlin -- yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur -- runtuh.

Kini, setelah beberapa dekade, patung tersebut ditemukan. Polisi menemukannya, bersama barang berharga lainnya, di sebuah gudang setelah melakukan 10 penggerebekan dalam lima tahap yang menargetkan 8 tersangka anggota jaringan dealer seni ilegal.  

"Juga ditemukan relief besar dari granit karya Arno Breker, yang menampilkan seorang pejuang berotot, yang oleh polisi disebut 'tipikal gaya Nazi'," demikian dikutip dari BBC, Kamis (21/5/2015).

Menurut media Jerman, Bild, para dealer tersebut, yang berusia 64-79 tahun, meminta uang sebesar 4 juta euro untuk ditukar dengan sepasang patung itu.

Patung-patung tersebut pernah menjadi bagian dari kejayaan Pemerintahan Nazi Jerman, sekaligus saksi kejatuhan Reich Ketiga yang dipimpin Hitler.

Saat Nazi Jerman di ambang kekalahan di penghujung Perang Dunia II, kala bom-bom dijatuhkan di Berlin, patung-patung milik Hitler tersebut dievakuasi ke timur ibukota, yang pada 1945 diduduki pasukan Rusia. 

Kuda-kuda itu baru muncul kembali di lapangan olahraga di barak Tentara Merah di kota tetangga, Eberswalde -- yang kemudian menjadi Republik Demokratik Jerman atau Jerman Timur. 

Kedua patung itu ada di sana selama 38 tahun. Kuda-kuda yang sebelumnya dicat warna emas rusak akibat terjangan peluru. Ekornya putus dan diperbaiki seadanya. Anak-anak kecil kadang bermain-main dengan mereka. 

Puluhan tahun berlalu, seorang sejarawan seni menemukan keberadaannya. Ia menulis sebuah artikel yang dipublikasikan di media massa pada awal 1989. 

Beberapa minggu setelah artikel terbit, patung-patung itu raib. Diduga dijual oleh rezim Jerman Timur, yang pada akhir pergolakan sangat membutuhkan uang tunai. 

Kini, setelah penemuan kembali, patung itu mungkin akan menjadi milik negara. Juga dimungkinkan, keturunan seniman pembuatnya, Josef Thorak bisa mengklaimnya. 

(liputan6.com)